sdenta
Utas oleh
 @sdenta

Anak kecil juga bisa boong, seringnya boong karena takut dimarahin atau takut ayah ibunya kecewa. Biar gak berujung jadi kebiasaan buruk sampai gede, berikut beberapa saran cara menghadapinya..

Yang pertama, kontrol emosi. Kecewa boleh, tapi tetap namaste. Gimanapun mereka masih kecil, jadi sirkuit pembeda benar salah di otaknya belum optimal. Gak perlu ketrigger gara2 diboongin anak terus jadi keinget pernah diboongin sama yg ninggalin kamu nikah pas masih naif dulu.🥲

Bohong diawali dgn tuduhan/pertanyaan dari ortu. Reframing pertanyaanmu, jangan “ini km yang bikin ya?”atau “siapa ini yg ngerusak?”. Ganti dengan pertanyaan “Ini kenapa bisa begini nak, boleh cerita ke bunda?” atau semacamnya. Ganti bunda dgn ayah kalo kamu bapaknya tentu saja.

Setting suasana sedemikian rupa agar anak tidak merasa dihakimi, atau diancam. Berada di frekuensi yg sama akan mencegah anak berbohong pada kita. Tips, secara fisik, posisikan tubuh kita selevel dengan mereka, biar mereka tidak terintimidasi.

Foto dari @sdenta

Diskusikan lebih lanjut kenapa apa yang mereka buat itu tidak benar. Tunjukin dengan contoh perilaku orang tua sehari2, misal. Nak bunda sedih kalo kamu bohong, liat deh ayah, gak pernah bohong, makanya bunda izinin beli PS5 (haha becanda, ya gitulah you get the point).😄

Makanya penting sekali pondasi kepercayaan dan rasa aman itu sejak awal terbentuk antara orang tua dan anak. Biar anak merasa loss dan nyaman terbuka sama orang tua soal apapun.

Udah nyaman sama ortu aja belum tentu mereka gak akan bohong, biasanya bohongnya karena rasa bersalah/takut bikin orang tua kecewa.

Jadi perlu diberikan pengertian yang cukup juga, bahwa manusia itu tempatnya berbuat salah. Ortu dan anak sama2 pernah bikin salah, tapi apapun salah yg dibuat oleh anak, gak akan bisa menghilangkan sayangnya orang tua ke anaknya sendiri. That’s just how parenting works. 😊

Utas tidak lengkap? Coba Perbarui Utas
Baca di Twitter ↗️ Follow Twitter @bacautas ↗️
>