fierza
Utas oleh
 @fierza

Jangan jual bakso karena kamu bisa bikin bakso. Jual bakso karena orang-orang membutuhkan bakso. Let's talk about business & marketing [A thread]

Bisnis ini itu kok ngga laku ya? Lagi booming apa, ikut jualan itu, tapi ternyata nggak bertahan lama. Tahukah kamu bahwa sebagian besar usaha itu gagal? Tapi apa faktor penyebabnya? Yuk sini sharing yang punya cerita bangkrut. Nggak usah malu!

Sering kali orang selalu memulai bisnis karena ikut-ikutan. Yang lain jualan es kepal, ikut jual es kepal. Yang lain buka kopi susu, ikut-ikutan buka kopi susu. Masih banyak lagi. Buka bisnis tanpa menganalisa kebutuhan pasar yang sebenarnya. Hasilnya? Nggak sustainable

Kalau ditanya, kenapa kamu bisnis itu? Jawabannya? Ya karena aku bisa. Hal seperti ini aku analogikan sebagai jualan bakso karena kita bisa bikin bakso. Apakah market butuh bakso? Bisa jadi iya dan tidak. Bisa jadi market menyerap karena itu yang tersedia - nggak ada opsi lain.

Kita lanjut ntar ya, udah pagi aja cepet banget

Mon maap kepotong agak lama nih. Mari kita lanjutkan.

Sebelumnya gw mau cerita dulu sejarah marketing secara singkat, yang mungkin bisa kasih gambaran kenapa 'jualan bakso karena aku bisanya bikin bakso' itu udah nggak relevan. Ada 5 era bisnis yang melahirkan marketing. Production - sales - marketing - relationship - social

Source Nelson Education. Ini masih 4, coba nanti browsing sendiri ya. Singkat cerita, Awal mulanya dulu waktu manusia baru mengenal mesin, mereka produksi barang sebanyak-banyaknya. Cost bisa sangat murah. Tapi apa yang terjadi? Banyak barang menumpuk. Terjual? Tidak.

Foto dari @fierza

Karena banyak barang tidak terjual, akhirnya orang mulai mencari cara bagaimana menjualnya. Terjadilah era sales - di mana pada era ini, tujuan utama orang adalah melakukan penjualan sebanyak-banyaknya. Sayangnya, karena orientasinya adalah penjualan, orang gak peduli kualitas

Selain kualitas yang buruk, custom barang juga susah. Karena sekali produksi harus dalam jumlah besar. Kebayang ngga - pengen mobil warna merah, tapi semua produksi di dunia cuma punya warna item? Di sini pelaku bisnis melihat adanya kebutuhan, dan mulai 'menjual' solusi

Dari sini mulai kelihatan bagaimana setiap pelanggan memiliki kebutuhan berbeda-beda. Costly dong? Yes. Tapi high quality, karena produk dibuat secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Di titik ini marketing mulai 'pisah jalur' Bukan hanya jualan aja, tapi juga seni

Marketing berkembang lagi, tidak hanya sekadar 'sales' tapi juga bagaimana menjaga hubungan dengan pelanggan - agar mereka loyal, mau repurchase, atau bahkan merekomendasikan produk kita. This is relationship era - di mana brand dan seluruh stake holder 'menjalin hubungan'

Dan hari ini kita berada di era social - di mana brand dan pelanggan sudah 'hidup bersama' dan lebih dekat. Semua lebih transparan. Marketer gampang cari background pelanggan, pelanggan dapet iklan yg lebih relevan & personal. Kedua pihak bisa lebih spesifik memenuhi kebutuhan

Lalu balik lagi ke awal. Kalau kamu punya suatu bisnis tapi semata-mata karena 'ya aku jualan bakso karena aku bisa bikin bakso' Itu sama halnya dengan orang-orang di tahun 1920-an, di awal era bisnis. Produksi aja tapi ngga memandang kebutuhan orang

Coba berkaca pada startup-startup besar Ojek online Aplikasi booking rumah Aplikasi booking ticket Semua menjawab 'lubang' kebutuhan yang dicari orang. Dulu mau beli tiket pesawat, ribet harus ke travel, belum lagi malu kalo 'nanya doang' Sekarang? Semua bisa dipantau gratis

Nah sekarang PR kita dalam berbisnis adalah mencari lubang-lubang kebutuhan untuk ditutup. Kalau guru SMA aku dulu bilang, kemalasan orang adalah rejekinya orang rajin - aku sangat percaya itu. Di Indonesia ini permasalahan sangat kompleks, dan masih banyak sekali kebutuhan

Namun banyak juga orang yang kurang referensi, sehingga banyak yang menganggap suatu masalah itu bukan masalah. Misalnya? Oh orang Indonesia itu males antri. Terus kalian bikin sistem antrian, entah app, software, atau produk offline yang bisa bikin orang ngga usah antri. Jual!

Lagi: Banyak yang bisa ngojek, tapi mereka lebih banyak ngabisin waktu untuk ngetem berjam-jam. Lalu bikin sistem yang memangkas semua itu - muncul aplikasi ojek online. Masalah sehari-hari padahal, tapi kita ngga kepikiran kalo duduk ngetem berjam-jam itu sebuah 'masalah'

Untuk bisa 'mencari masalah' dalam arti sebenarnya ya, bukan ngajak ribut, salah satunya adalah dengan lihat sekitar. Siapa yang mau kita tuju? Millenials? Millenials yang bagaimana? Yang berpenghasilan menengah ke atas? Cewek atau cowok? Dll Amati dan perdalam kebutuhan mereka

Setelah ketemu kebutuhannya apa, coba buat solusi. Bikin ide jalan keluar. Lalu berhatikan sekitar - udah ada yang melakukan solusi ini belum? Kalau udah, gimana eksekusinya? Ada yang kurang dan bisa kita perbaiki? Bandingin sama yg lain Baru kemudian jual solusi kita

Udah dulu ya, itu thread singkat mencari ide bisnis. Semoga kita bisa berhenti ketergantungan cari loker, gantian waktunya kalian buka lowongan kerja. (Pusing aing tiap hari di-DM suruh ngecek CV sejuta umat 😂 wkwk canda) Seperti biasa, semoga bermanfaat~

Utas tidak lengkap? Coba Perbarui Utas
Baca di Twitter ↗️ Follow Twitter @bacautas ↗️
>