podstalgia
Utas oleh
 @podstalgia

Manila Film Center: Sebuah tragedi dan misteri - a thread

Foto dari @podstalgia

Awalnya gue tau Manila Film Center tuh ga sengaja. Jadi pas Desember 2019 kemaren gue nonton Sea Games di Manila Terus gue penasaran dong di Manila kira-kira ada ga ya "situs film" yang bisa gue kunjungi. Gue cek map, eh ada Manila Film Center. Cuma 5 menit dari tempat gue

Foto dari @podstalgia

Pas gue gugling, ternyata asal mula Manila Film Center ini diprakarsai oleh Ibu Negara Filipina, Imelda Marcos yang punya visi besar buat ngejadiin Filipina sebagai "Cannes of Asia"

Foto dari @podstalgia

Terus gue liat gambarnya di gugel. Dan gue langsung "Buset keren-keren banget bro kayak Pantheon tapi..." Kok suram banget ya? Dan kenapa ga hits ya gedung semegah ini? Maksud gue, film center, gede banget, di Asia Tenggara pula... Ada yang ga beres nih. Makin penasaran dong...

Foto dari @podstalgia

Pas gue gugling lagi..... EH KENAPE NI?!?! Tadinya mau sok-sokan ngunjungin depannya aja buat foto langsung ga jadi...

Foto dari @podstalgia

Jadi semua dimulai tahun 1981 alias tahun dimulainya pembangunan Manila Film Center. Rencananya buat ngadain Manila International Film Festival (MIFF) 1982. Rencananya ga main-main, budget-nya USD 25 juta (kalau disesuaikan inflasi sekarang sekitar Rp 343 milyar alias buset)

Terus karena itu proyek pemerintah, jadi proyeknya dibiayai langsung oleh Bank Sentralnya Filipina. Kalau kata Imelda Marcos, MIFF bakal mendorong peningkatan pariwista, malah 18 juta dolar bisa langsung balik dalam pelaksanaan empat sampai lima hari festivalnya

Kalau kata John J. Litton, general director dari MIFF, tujuan dari MIFF untuk mengembangkan potensi audiens dari penduduk Asia. Pada saat itu populasi penduduk Asia ada 2,5 milyar.

Tapi ada satu masalah..... Pengerjaan bangunan Manila Film Center dikerjakan dalam waktu kurang dari enam bulan sebelum acara MIFF berlangsung pada bulan Januari 1982. Dan ukuran Manila Film Center itu +‐16.000m² alias sekitar 1.7 hektar

Bayangin aja. Rumah ukuran 45m² 1 lantai pengerjaannya bisa 3 bulan. INI 16.000 METER PERSEGI KURANG DARI ENAM BULAN DAH KAYAK RORO JONGGRANG

Yaudah deh sekitar 4.000 pekerja dipekerjakan 24 jam sehari sampai hari pembangunan. Semua kelihatannya berjalan lancar. Sampai akhirnya kejadian 17 November 1981 mengubah semua...

Pada tanggal 17 November 1981 sekitar jam 3 pagi, scaffolding atau tiang konstruksi dari bangunan Manila Film Center roboh... Dan ratusan pekerja terkubur hidup-hidup dalam semen atau tertimpa puing-puing

Foto dari @podstalgia

Mengutip dari The Culture Trip, desas-desusnya Imelda Marcos ngerasa kalau mayat yang ada bakal ganggu project-nya. Dan akhirnya tidak sedikit pekerja yang bergelimpangan ditutupi oleh semen dan terkubur di bawah lantai Manila Film Center sampai sekarang.....

Heboh dong beritanya, tapi Ferdinand Marcos selaku presiden dan Imelda Marcos sebagai ibu negara memerintahkan adanya media blackout. Walaupun ada beberapa jurnalis yang menyelinap, tapi resminya jurnalis dan tim penyelamat baru diberi akses ke TKP 10 jam setelah insiden terjadi

Karena adanya media blackout / tidak ada akses untuk jurnalis, otomatis hampir tidak ada "bukti otentik" dalam bentuk artikel koran mengenai kejadian ini. Namun tidak sedikit orang, termasuk Nena Benigno, mantan PR officer MIFF, yang melihat langsung kejadian tersebut

"Dari kejauhan saya bisa lihat para pekerja diangkut, beku dengan semen yang sudah mengering. Bahkan ada yang masih menggali mereka yang tersangkut di lantai dengan semen yang belum kering.

Ada yang masih hidup, tapi setengah terkubur. Untuk membuatnya tetap terbangun dan tidak koma, para sukarelawan menyanyikan lagu-lagu natal untuknya," ujar Nena

Supervisor proyek ini sekaligus istri dari asisten menteri, Betty Benitez meminta proyek konstruksi ini tetap dilanjutkan seakan tidak ada yang terjadi. Termasuk mengubur hidup-hidup mayat pekerja dengan semen konstruksi... Dan akhirnya sampai lah 18 Januari 1982. Alias D-Day

Foto dari @podstalgia

Banyak artis Hollywood yang diundang dan datang seperti Michael York, Pia Zadora, dan Franco Nero. Tapi Christopher Reeves, Faye Dunaway, Jodie Foster, Jeanne Moreau, dan Zsa Zsa Gabor - yang meskipun diundang - tidak datang. Kemungkinan besar ketakutan dengan apa yang terjadi

Foto dari @podstalgia

Bahkan Charlton Heston dan Sherry Lansing, kepala 20th Century Fox, diinfokan membatalkan kehadiran karena ada sebuah surat dari Gerakan 6 Aptil dan Pejuang Kebebasan Filipina yang mengatakan tidak aman untuk hadir di acara MIFF.

Memang sebelumnya ada rumor, seorang peramal memberitahu Imee Marcos anak dari presiden, kalau Imee akan mati bila ia menginjakkan kaki di atas Manila Film Center. Setelahnya banyak ritual yang dilakukan untuk "mendoakan" MFC mulai dari ritual pagan, katolik, sampai cina

Bahkan pada jam 5 pagi di hari opening MIFF, beberapa dukun menjalankan ritualnya dan "memberitahu" ruh yang gentayangan untung segera ke alam baka Babi dan ayam disembelih sebagai pengorbanan untuk ritual. Dan mereka yang datang ke ritual, termasuk Imee, harus mengonsumsinya

Biarpun begitu, mereka yang tergabung ke dalam persiapan festival mengalami peristiwa aneh. Petugas usher mulai mencium bau-bau aneh di backstage. Dan hampir semua dari mereka bulu kuduknya berdiri karena punya feeling ga enak

Bahkan ada beberapa cerita yang bilang kalau pekerja yang tewas memperlihatkan dirinya ke pekerja yang masih hidup dan bahkan ke tamu undangan...

Selain itu di hari H, bau dan debu-debu semen masih bertebaran di udara. Karena ruang teater masih under construction bahkan sampai beberapa jam sebelum acara dibuka. Semua dikebut demi kelangsungan festival

Selain itu di hari H, bau dan debu-debu semen masih bertebaran di udara. Tamu-tamu yang hadir duduk dengan ketidaknyamanan selama upacara berlangsung dan buru-buru keluar sebelum screening film Plum Flower Embroidery Ditambah lagi ada ancaman bom dari teroris

Meskipun begitu, tamu yang hadir dengan pakaian glamor tidak menyadari bahwa di bawah karpet merah masih ada semen yang basah. Tapi beberapa tamu yang hadir dengan gaun panjang, menyadari kalau ujung gaunnya terkena cat basah

Tapi itu semua terdengar biasa saja, karena tamu-tamu yang hadir tidak menyadari sama sekali kalau mereka berjalan di atas ratusan mayat..... Yang kebanyakan terkubur hidup-hidup

Meskipun begitu, festival film tetap berjalan sampai 29 Januari 1982. Tidak dipungkiri memang, MIFF 1982 merupakan salah satu festival film yang spektakuler pada masanya. Total ada 300 tamu.

Diestimasikan pula bahwa banyak film yang berhasil diperjualbelikan di MIFF - total senilai USD 20 juta. Termasuk 30 film Filipina senilai USD500.000 The New York Times menyebut MIFF dalam artikelnya, "All-Out Spectacular"

Ibu Negara Imelda Marcos juga mengadakan banyak pesta di Istana Presiden. Semua tamu bergembira denhan daging sapi yang lezat serta botol sampanye senilai USD100. Hebohnya setara pesta era 1920 ala Cecil B. De Mille kalau kata NY Times

Pesta mewah juga diadakan di Fort Santiago. Dengan Ferdinand serta Imelda Marcos berpakaian bak raja dan ratu. Dengan kembang api yang meriah menemani makan malam untuk 2.000 tamu.

Meskipun terkesan sukses, tapi kutukan sepertinya tetap menghantui bangunan Manila Film Center dan Manila Int'l Film Festival.

Beberapa bulan setelah acara MIFF, Betty Benitez meninggal dalam sebuah kecelakaan yang janggal. Ada desas-desus yang mengatakan kalau arwah pekerja yang ia tinggalkan di bawah lantai Manila Film Center mengeklaim ruh Betty...

Selain itu, acara MIFF mengalami masalah finansial yang pelik. Utang di mana-mana. Subsidi USD 5juta yang tadinya dialokasikan untuk festival ditolak oleh Perdana Menteri Cesar Virata

Untuk memastikan visi besarnya alias Manila Film Center tetap beroperasi, Imelda akhirnya membuat sebuah agensi yang kemudian menjadi Badan Klasifikasi dan Ulasan Film dan TV Dalam dekrit presiden 1986, badan tersebut memperbolehkan film yang mendekati "soft porn" diputar di MFC

Dekrit tersebut juga melarang adanya sensor dan otomatis membuka peluang yang besar untuk film porno (note: cukup ironis ya) Para pria berdatangan dan membuat antrian mengular untuk menonton film "soft porn". Seperti salah satunya Virgin Forest

Foto dari @podstalgia

Biarpun begitu pemasukan yang ada tidak cukup untuk membayar utang. Ketika gempa tahun 1990 terjadi, Manila Film Center ditinggalkan karena bangunannya dianggap tidak stabil. Tahun 2001 bangunan tersebut sempat direnovasi dan disewa oleh Amazing Theatre Philippines

Namun pada tanggal 19 Februari 2013, terjadi kebakaran selama tiga jam dan membuat kerugian sebanyak 1.2juta peso (Rp 285 juta)

Sekarang gedung Manila Film Center ditutup permanen Untuk beberapa orang gedung tersebut merupakan simbol kejayaan bagi film Filipina, untuk sebagian lainnya sebagai simbol diktator Marcos Tapi... Untuk banyak orang Filipina, hantu dari Manila Film Center tetap ada - END

Foto dari @podstalgia

Sumber: - The New York Times - The Culture Trip - Esquire Philippines - The Nation Catatan: Di sumber pun banyak penggunaan kata "rumornya" "isunya" "desas-desusnya" katanya" jadi untuk validitas tentu tidak 100% dan tragedi ini sampai sekarang masih menjadi misteri

Epilog: Habis baca itu yaudah deh gue mengurungkan diri buat ke Manila Film Center. Mau foto di depannya aja takut shay. Mending lanjut gue nonton Sea Games 2019 dengan tenteram terus bisa foto bareng pula kan sama Mz Dream dari Timnas Squash Thailand

Foto dari @podstalgia
Utas tidak lengkap? Coba Perbarui Utas
Baca di Twitter ↗️ Follow Twitter @bacautas ↗️
>