Ayang_Utriza
Ayang_Utriza

(1.) MENJADI KEKASIH ALLAH SWT: MAU ? Allah mengirim wahyu kepada Nabi Ibrahim dan bertanya: “Tahukah engkau Ibrahim mengapa engkau Aku ambil sebagai kesayanganku?” (a tadrî lima ittakhaztuka khalîlan?). “La ya rabb”, tidak wahai Tuhanku” jawab Ibrahim. Allah berfirman

(2.) karena aku telah lihat hatimu dan aku temukan engkau bahwa engkau adalah orang yang suka ditimpa musibah, diuji, dirugikan, tetapi kamu tidak merugikan dan menyusahkan orang lain.”

(3.) Ada malaikat maut yg datang jemput Ibrahim u/mengambil nyawanya dlm bentuk seorang pemuda, stlh berdialog, Ibrahim tanya, mengapa Allah menjadikanku kesayangannya? Izrail jawab “Biannaka tuhibbu an tu’tiya wa la ta’khuz” Krn engkau suka memberi & tidak mengambil (meminta).”

(4.) Rasulullah Muhammad saw. bertanya kepada malaikat Jibril “Wahai Jibril, mengapa Allah mengambil Ibrahim sebagai kesayangannya?” (Ya jibrîl lima ittakhaza Allahu Ibrâhîma khalîlan?) Jibril menjawab: “Li-it’âmihi al-thâ’am ya Muhammad” Ia suka memberi makanan wahai Muhammad.

(5) Jadi, Nabi Ibrahim menjadi kesayangan/kekasih Allah, karena ia: 1. selalu ditimpa musibah/dirugikan, tetapi tdk pernah & tdk mau merugikan orang lain. 2. suka memberi, tetapi tidak berharap menerima atau mengambil milik orang lain. 3. suka memberi makanan kepada orang lain

(6.) Maukah kita menjadi kesayangan Allah? Semoga kita dapat mencontoh prilaku Nabi Ibrahim as. datuk Nabi Muhammad saw. Sumber: Imam Jalaluddin al-Suyûthî, al-Durr al-Mantsur Fi al-Tafsîr bi al-Ma’sûr, Beirut: Dâr Ihyâ al-Turâs al-‘Arabiyy, 1421 H./2001 M., vol. 2, h. 655-656.

Utas tidak lengkap? Coba Perbarui Utas
Share to
BERANDA BACA UTAS RANDOM